Friday, July 30, 2010
   
Text Size

Site Search powered by Ajax

The News

Nilai Kesadaran

 

Kesadaran sejati, adalah kesadaran tentang nilai, tentang apresiasi terhadap apa -apa yang berada di sekitar kita. Dengan menjadi sadar akan suatu nilai dan tentang diri kita maka kita akan lebih mantap menginjak realitas bumi dan tidak ragu-ragu dalam bertindak. Lalu seberapa besar nilai kesadaran manusia ?Semuanya tergantung dari pengalamana yang dipunyainya. Pengalaman seorang tokoh berikut ini juga, siapa tahu bisa menumbuhkan kesadaran diri kita arti pentingnya bersyukur dan menghargai setiap apa yang kita miliki dan alami.

Suatu kala ada seorang Direktur Eksekutif di sebuah perusahaan multinasional tengah berkisah tentang perjalanan karirnya dan hidupnya. Masa muda Direktur ini dulunya dipenuhi dengan kebanggaan. Bangga karena pintar dan dapat lulus dengan angka memuaskan. Dan karena itu maka dia bersikap angkuh pada orang yang tidak sepandai dirinya. Keangkuhan ini tumbuh menjadi suatu keegoisan saat bekerja. Direktur ini egois karena mengejar karir secepat mungkin, tanpa mempertimbangkan perasaan orang yang diduluinya. Yang penting menurutnya adalah sampai di tujuan dengan cepat tanpa pernah sadar bahwa kepandaian dan caranya memenangkan perdebatan di meja rapat dapat menyakiti teman dan seniornya sendiri. Waktu itu yang ada dalam pikirnya ‘yang penting dewan direksi senang dan puas dengan kinerjaku’. Maka dari itu karirnya pun melesat cepat bak meteor, dan inipun berpengaruh dengan gaji dan fasilitas yang dimilikinya. 

Sikapnya yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau bersosialisasi dengan yang lain membuatnya dijauhi kolega. Ketika Direktur ini sadar,  tiba – tiba dia sendirian. Saat kelelahan karena pekerjaan yang menumpuk, tidak ada sapaan hangat apalagi bantuan dari koleganya. Ketika sakit mendera  tak ada juga yang bertanya mengenai kondisinya apalagi menjenguk. Hidupnya kering dan sepi. Hanya satu yang selalu ramah menyapanya kapanpun juga yaitu UDIN seorang Office Boy di kantornya. Dia begitu ramah kepada semua orang dan selalu siap membantu pekerjaan orang lain yang kadang bukan jadi tugasnya. Hingga dia disukai oleh semua orang. Ini terlihat saat dia sakit, dimana banyak orang yang menengok dan mengumpulkan uang untuk Udin. 

Diam – diam Direktur ini kepada Udin dan marah kepada diri sendiri. Selama berhari - hari dia merenung dan meneliti kembali tujuan hidupku. Apakah aku bahagia dengan perolehan yang aku capai selama ini ? Apakah ini tujuan hidup yang aku inginkan ?

Sejak itu dia sadar dan segera membuat rencana berubah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menyenangkan baik bagi orang lain maupun diri sendiri. Setelah dia menjalankan rencananya maka sedikit demi sedikit Direktur in mengalami perubahan positif. Kesadarannya muncul karena seorang Udin. 

Pepatah bijak bilang setiap orang bisa menjadi guru bagi orang lain. Namun sebuah prestasi tanpa dilandasi kepribadian dan pikiran positif akan lebih mudah rapuh dan runtuh. Apalah artinya menjadi pintar namun menyengsarakan orang lain. Karena pintar adalah berkah dari Yang Kuasa. Dengan mampu mengelola kepintaran sehingga bermanfaat dan membahagiakan diri sendiri dan orang lain itulah kebijaksanaan. Evaluasi diri sendiri untuk selalu menghargai berkah Tuhan yang diberikanNya untuk kita.(hac)

An Indian Prayer: ”I seek strength. Not to be greater than my brother, but to fight the greatest enemy, myself……”

 

Newsflash

Sebagai orangtua kita selalu mempunyai harapan tinggi untuk anak – anak kita. Karena itu doa yang meluncur dari mulut kita pastilah yang baik – baik. Dari mulai dimudahkan jalan rejekinya, kepintarannya dan lain sebagainya. Dan tanpa disadari segala kemudahan yang terucap dalam doa kita terkadang malah membuat anak kita menjadi manja. 

Who's Online

We have 15 guests online

Realtime Live Streaming

Polls

Joomla! is used for?

Disclaimer

Important: This demo is purely for demonstrative purposes. Content displayed is showcased as sample data. All images are copyrighted to their respective owners. All content cited is derived from their respective sources.

Login Form