Friday, July 30, 2010
   
Text Size

Site Search powered by Ajax

Motivation

Eksekutif Dengan Kecerdasan Emosi Rendah

Banyak eksekutif berhasil ternyata tidak mempunyai kecerdasan emosi tinggi. Banyak dari mereka yang memimpin dengan otoriter, bossy, banyak menuntut, terlalu mengkontrol apa yang ada di sekelilingnya dan tanpa ampun. 

Dua tokoh eksekutif dunia yang mempunyai sifat kerja seperti disebutkan diatas adalah Paul Wieand (mantan CEO of Independence Bancorp) dan Bill Gates (pendiri Microsoft). Padahal untuk keberhasilan secara menyeluruh para eksekutif hendaknya mempunyai ketrampilan tehik dan pengelolaan kecerdasan emosi yang baik. 

Paul Wieand yang menjadi CEO di usia muda ternyata harus mengalami pengalaman pahit dipecat dari perusahaannya karena kurang mampu mengelola emosinya. Wieand tidak bisa menerima orang yang pemikirannya tidak sejalan dengannya. Wieand juga antipati terhadap para senior yang dimatanya, mereka adalah kelompok yang sulit diubah. Akibatnya, banyak orang dipecat dan ditahan gajinya karena kurang berprestasi di masa kepemimpinan Weiand. Padahal target bisnis Wieand terlampaui. 

Bill Gates pun demikian. Semua pasti setuju dengan kejeniusan Gates yang telah membuat program komputer di usia yang sangat muda. Namun dia memerintah dengan sangat keras. Banyak menuntut dan mengatur. Namun kini keduanya telah mulai menemukan titik balik mereka, dimana Wieand kini lebih mengabdikan diri untuk menjadi seorang Trainer bagi kecerdasan emosi. Gates sendiri sekarang lebih banyak melibatkan diri dalam kegiatan – kegiatan sosial. 

Dari kedua cerita tokoh ini kita belajar bahwasanya harus ada keseimbangan antara sisi interpersonal dan intrapersonal kita. Apalagi jika kita berada di pucuk pimpinan. Sebagai seorang Eksekutif kita memang harus mencapai target, menghasilkan keuntungan dan memenangkan pasar. Namun sebagai Eksekutif yang juga membawahi begitu banyak anak buah maka kita harus bisa menghargai mereka sebagai manusia dan bukan robot.

Berikut adalah tips yang bisa kita gunakan agar mampu menyeimbangkan kemampuan kita baik dari segi tehnik dan kecerdasan emosi untuk keberhasilan memimpin.

  • Punyailah ketrampilan interpersonal. Ketrampilan ini mengacu pada kemampuan kita untuk berinteraksi dengan orang lain. Dimana kita bisa menghargai mereka dan memperlakukan mereka secara santun.
  • Punyailah ketrampilan intrapersonal. Adalah suatu ketrampilan yang melibatkan penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri kita sendiri. Disini kita dituntut untuk mampu merefleksikan diri melihat masalah. Karena itu luangkanlah waktu sejenak untuk merenung setiap hari untuk menajamkan sisi intrapersonal ini. Caranya bisa dengan menulis tabungan kecerdasan emosi, refleksikan self talk dan menulis catatan tentang kecerdasan emosi kita. (hac)

Realtime Live Streaming

Login Form