Motivation
Emotional Quotient Talk Mooryati Soedibyo
Setiap manusia mempunyai cerita masing – masing. Dari cerita setiap manusia yang berbeda inilah kita bisa mempelajari hal baik dalam kehidupannya. Bahkan cerita dari masing – masing mereka ini dapat menginspirasi kita untuk berbuat hal lebih baik lagi. Kali ini inspirasi kita gali dari seorang wanita keraton yang memutuskan untuk menikahi seorang pemuda dari masyarakat kebanyakan dan berbisnis tanpa sengaja. Beliau adalah Dr. Mooryati Soedibyo.Keluar dari zona nyaman adalah suatu tantangan tersendiri hampir bagi kita semua. Namun Ibu Moor, demikian beliau biasa disapa, berani keluar dari zona itu demi menjalani kenyataan hidup. Namun sebenarnya hal itu telah didapatkannya kala masih ada di lingkungan keraton. Dimana Moor kecil harus mengikuti banyak aturan demi menjadi seorang anggota keraton Surakarta. Disana beliau belajar mengenai kedisiplinan, tata krama dan banyak ketrampilan tradisi yang menjadi keharusan. Tata krama dan falsafah Jawa yang dipelajarinya kala masih kanak – kanak, ternyata membawa keberhasilannya di kelak kemudian hari. Itulah yang membuatnya berani mengikuti suaminya menyebrang pulau ke Sumatra Utara untuk mendampingi suaminya bertugas.
Namun demikian selain kegigihan dan keberanian beliau keluar dari zona nyaman, hal lain yang bisa kita pelajari dari beliau adalah pemanfaatan jaringan untuk membesarkan bisnisnya. Pemanfaatan jaringan ini adalah suatu unsur yang diperoleh karena adanya suatu kecerdasan emosi. Hal lain yang juga bisa dipelajari dari beliau adalah melakukan hal secara sukarela tentang apa yang disukainya untuk membantu orang lain. Balasannya adalah orang – orang yang membantunya akan balik membantu beliau.
Ini terlihat dari komentar para karyawan yang ada di Mustika Ratu, suatu bisnis yang diawali beliau dari garasi rumah, yang sangat menghormati beliau. Beliau memperlakukan semua karyawannya sama. Ada energi positif yang disalurkan beliau kepada karyawannya, yang dikontrol oleh suatu pola pikir yang mencerminkan kecerdasan emosi. Ini membuat karyawannya melakukan lebih dari apa yang seharusnya dilakukannya. Karena beliau memanusiakan karyawannya, membuat mereka bangga akan apa yang mereka kerjakan. Meyakinkan mereka bahwa apa yang mereka kerjakan bukan hanya untuk diri mereka sendiri tapi juga manfaatnya akan dirasakan oleh banyak orang. Selain juga karena beliau menerapkan budaya perusahaan positif dan kekeluargaan.
Apa yang Ibu Mooryati lakukan ini mencerminkan suatu kegigihan menjalankan sesuatu yang disenanginya dan tentunya bermanfaat bagi orang banyak. (hac)