Motivation
MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)
Menjadi seorang pemimpin memang bukan hal yang mudah. Selain harus pintar mengatur bisnis ternyata juga harus pandai mengatur karyawannya. Karena karyawan kan juga aset bagi suatu perusahaan bukan ?Sejak karyawan adalah juga manusia yang kadang mengalami demotivasi maka dibutuhkanlah suatu bimbingan yang alangkah baiknya dilakukan oleh pemimpinnya itu sendiri. Karena selain untuk meningkatkan kembali motivasi, karyawan kita juga perlu untuk dibukakan area butanya yang tidak terlihat olehnya. Namun hal penting yang harus dipahami oleh pemimpin adalah bahwa sebelum melakukan training, pemimpin juga harus mengerti mengenai orang (dalam hal ini karyawan) atau understanding people, understanding the good job dan understanding the process.
Nah salah satu alat yang digunakan untuk mengembangkan understanding people, understanding the good job dan understanding the process adalah MBTI sebuah alat untuk mengembangkan diri yang sangat luar biasa bagi karyawan dan organisasi. Alat ini juga baik digunakan untuk menghindarkan konflik.
MBTI adalah peta psikologis yang bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan. Ini bisa dilihat dari bagaimana manusia mengarahkan atensi dan energinya (Introvert vs Ekstrovert). Ekstrovert adalah orang yang merasa nyaman dan enak mengarahkan energinya keluar dimana mereka lebih suka berada di lingkungan ramai. Namun sebaliknya ada orang yang senang mengarahkan energinya untuk dirinya sendiri yaitu introvert. Kecerdasan emosi (EQ) tidak terkait dengan tipe Ekstrovert dan Introvert. Karena EQ adalah mengenai bagaimana kita berelasi nyaman dengan orang lain. Banyak orang Ekstrovert yang EQ-nya kacau, sedangkan banyak juga orang Introvert yang memang lebih melihat kedalam dirinya, mempunyai EQ yang baik. Namun demikian baik orang ekstrovert dan introvert mempunyai peluang yang sama untuk mengembangkan EQ.
Dimensi berikutnya adalah bagaimana manusia menyerap informasi (Sensing vs Intuition). Orang sensing adalah mereka yang fokus pada detil. Mereka menggunakan kelima panca indranya untuk menyerap informasi seperti panjang, lebar, warna, besar dan ukuran. Sedangkan orang Intuition menggunakan indera keenam sehingga mereka lebih melihat pada gambaran besarnya. Contoh ketika mereka melihat sebuah gelas. Dua orang yang berbeda ini akan melihat gelas dengan pandangan yang berbeda. Orang sensing lebih perhatian pada ukuran dan tekstur gelas. Sedangkan orang intuition akan menggali makna kala melihat gelas itu. Mereka akan memaknai gelas sebagai selain alat untuk minum juga bisa dijadikan alat hiasan.
Lalu bagaimana dengan orang yang berdimensi Thingking vs Feeling ? Dimensi ini adalah bagaimana manusia mengambil keputusannya. Manusia Thingking fokus pada detil informasi, fakta dan kebenaran. Sedangkan manusia Feeling fokus pada keharmonisan dan kenyamanan saat mengambil keputusan.
Dimensi terakhir adalah bagaimana cara orang membuat perencanaan, mengatur dan menata kehidupannya atau dimensi lifestyle (Judging vs Perceiveing). Judging adalah orang yang hidupnya serba teratur dan terencana. Sementara Perceiveng adalah orang yang senang dengan ketidakpastian, keterbukaan, fleksibilitas dan bereaksi sesuai dengan apa yang terjadi.
Dengan mengetahui berbagai dimensi ini maka kita akan tahu bagaimana karyawan kita bereaksi. Sehingga kita akan tahu dimana kita menempatkannya dan bagaimana mengembangkannya, serta mengantisipasi masalah yang akan muncul dengannya jika dihadapkan pada suatu kondisi. Sehingga akan terbentuk tim kerja yang solid. (hac)
Realtime Live Streaming
Smart Programs
- Smart Emotion ( 55 )
- Smart Etos ( 56 )
- Smart Motivation ( 37 )
- Smart Sharing on Sales and Marketing ( 57 )