Motivation
Yang Utama Adalah Praktek
Teori…teori dan teori nampaknya sudah menjadi santapan kita sehari – hari. Teori berbisnis, teori berbicara di muka umum, teori memenangkan hati mertua, dan banyak teori lainnya. Namun jika teori itu hanya untuk memenuhi otak kita maka itu semua tidak akan berguna. Teori akan menjadi berarti kala dipraktekkan.
Kisah dibawah ini akan menjadi inspirasi kita mengenai teori dan praktek yang seringkali tidak berimbang dalam kehidupan kita.
Suatu hari ada seorang pengusaha sabun yang baru pulang. Di tengah perjalanan pengusaha itu melihat seorang ibu yang sedang bersedih karena tasnya dijambret. Pengusaha itu lalu memandang sejenak dengan prihatin lalu melanjutkan perjalanannya.
Kemudian tak jauh dari kejadian tadi dia melihat sekelompok orang tengah memukuli pemuda yang hendak mencuri motor di tempat parkir. Melihat semua peristiwa tidak menyenangkan itu pengusaha sabun itu pun merenung. Mengapa kejahatan ada dimana mana dan dari hari ke hari semakin banyak. Padahal sejak dulu ada agama, guru dan pemuka agama yang mengajarkan kebaikan dan nilai moral yang benar. Tapi mengapa masih begitu banyak kejahatan yang dilakukan seakan tidak ada agama dan guru agama.
Karena penasaran pengusaha itu langsung menemui pemuka agama yang sedang menonton bola di pinggir lapangan. Sambil turut memperhatikan pertandingan, pengusaha itu bertanya tentang apa yang baru saja dilihatnya yaitu penyiksaan, kejahatan, kekerasan, ketidakadilan dan berbagai kondisi jelek lainnya.
Terus untuk apa banyak agama dan guru agama yang mengajarkan kebaikan sejak dulu kala. Sebelum sempat menjawab dari lapangan terdengar suara anak – anak tertawa gembira sambil berguling – guling di kubangan lumpur yang kotor. Lalu pemuka agama itu menunjukkan padanya bahwa pengusaha yang membuat sabun juga percuma karena toh anak anak itu tetap kotor. Pengusaha membela diri dengan mengatakan bahwa kotornya anak – anak itu bukan salahnya.
Anak – anak itu akan bersih jika mandi dengan memakai sabun. Pemuka agama itu lalu berkata bahwa begitu jug dengan agama. Sebaik dan sebenar apapun pelajaran yang diberikan dari agama itu jika tidak dipraktekkan dan dimanfaatkan dengan baik dan benar oleh manusia maka akan sia – sia belaka. Jadi ajaran agama dan pemuka agama Tidak bisa disalahkan.
Hidup bukanlah teori. Hidup adalah praktek. Dalam pelajaran agama apapun dam dimanapun jika manusia tidak bisa mempraktekkan ajaran yang dianutnya apalagi menyimpang dalam prakteknya maka itu adalah kesalahan manusia itu sendiri dan akan mendatangkan kesulitan hidup untuk manusia itu sendiri serta merugikan orang lain. Sama halnya dalam dunia bisinis, jika hanya mengumpulkan teori sukses tapi tidak dipraktekkan maka hasilnya nihil. Jika kita belajar dan praktek terus menerus maka kita akan mendapat kemajuan seperti yang kita harapkan.