Friday, July 30, 2010
   
Text Size

Site Search powered by Ajax

More about Joomla!

Biji Mangga

image

Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai.

Pepatah lama ini memang benar adanya. Saat kita menghibur seseorang maka ada kegembiraan yang kita tuai. Saat kita menabur kebencian maka permusuhanlah yang akan kita dapatkan sebagai balasannya.
 
Manusia dan biji mangga ternyata mempunyai kesamaan. Seperti apakah kesamaan itu ? Berikut adalah ilustrasinya.Suatu hari seorang pemuda berlibur ke rumah neneknya di desa. Pemuda itu rindu sekali kepada nenek yang sudah lama tidak dikunjunginya itu. Saat tiba disana, setelah melepas rindu dan lelah sejenak, neneknya menyuguhkan sepiring irisan buah mangga yang menggirukan warna, rasa dan aromanya. Pemuda itu lalu memuji mangga itu. Dirinya merasa sudah sangat lama sekali tidak mengunjungi neneknya hingga dia tidak tahu bahwa neneknya menanam pohon mangga. Menurut neneknya berkata bahwa pohon mangga itu adalah hasil dari lemparan biji mangga pemuda itu bertahun – tahun lalu, saat pemuda itu masih anak – anak. Neneknya berkata bahwa walau pemuda itu dulu tidak sengaja melempar biji mangga itu, tapi kalau tanahnya subur dan terpelihara maka dia akan tetap bertumbuh. Dan sesuai hukum alam, saat musimnya datang maka pohon itu pasti akan berbuah.  Sedangkan rasa buah yang manis atau tidak disesuaikan dengan bibit yang kita tanam. 

Malamnya pemuda itu merenungkan percakapan siang hari itu dengan neneknya. Dengan penasaran diambilnya biji mangga sisa siang tadi dan dibelahnya. Dia ingin tahu apa yang ada di dalam biji itu. Apa yang membedakannya dengan biji mangga yang rasanya tidak semanis biji mangganya. Tapi dia tidak menemukan apapun. Melihat tingkah cucunya, nenek itu menjelaskan bahwa semua biji buah dari luar nampak sama, tapi sesungguhnya unsur yang ada disetiap biji buah itulah yang membedakannya. Perbedaan itulah yang akan menghasilkan rasa, aroma dan warna mangga yang berbeda pula. Semua tergantung isi buahnya. Begitu juga dengan manusia. Nampak luar setiap manusia sama, tapi yang menentukan kesuksesan dan keberhasailan orang itu adalah kualitas unsur yang ada di dalamnya. Alam mengajarkan banyak kepada kita, dimana jika kita ingin hasil yang baik maka harus memiliki unsur kualitas yang baik pula. 

Hukum alam pada kisah ini mengajarkan pada kita mengenai kemiripan kita dengan inti biji buah mangga. Tampak luar sama, tapi kualitas unsur yang ada dalam inti buahnya yang membedakan rasa dan aroma serta warna buah mangga. Demikian juga manusia, kualitas mental didalamlah yang membedakan dan menentukan keberhasilan mansuia di masa depan. Perbaikilah sikap dan perhalus budi pekerti dan jaga kebersihan hati dan selalu menggali potensi diri agar kesuksesan sejati dapat kita nikmati suatu hari nanti. (hac)

Newsflash

Itu pula sebabnya radio menjadi media yang unik; intimate, intrusive, dan friendly. Bagi pendengar, radio bahkan bersifat pribadi, personal, bagai seorang sahabat atau teman ngobrol di pub, curhat saat duka, atau just having fun. Sungguh suatu keunikan yang tak dimiliki media lain.

 

Who's Online

We have 16 guests online

Realtime Live Streaming

Polls

Joomla! is used for?

Disclaimer

Important: This demo is purely for demonstrative purposes. Content displayed is showcased as sample data. All images are copyrighted to their respective owners. All content cited is derived from their respective sources.

Login Form