Friday, July 30, 2010
   
Text Size

Site Search powered by Ajax

RokMicroNews

Kekuatan Memberi

image

Sebagai seorang manusia, ketika kita membantu ada perasaan ingin dibalas.

Jika pada suatu hari nanti kita dalam kesulitan maka kita berharap orang – orang yang telah kita bantu bisa balik membantu kita. Tapi kenyataan tak seindah harapan. Berikut adalah cerita mengenai Kekuatan Memberi, yang memberi kita suatu pelajaran bahwa pemberian yang kita berikan sebaiknya dilakukan dengan iklas.Ada seorang Saudagar yang terkenal baik hati dan sering memberi bantuan kepada saudara dan teman yang minta tolong kepadanya. Suatu hari, Saudagar itu mengalami kesulitan seolah menghadapi jalan buntu dan butuh bantuan orang lain. Kemudian dia mendatangi semua teman dan saudara yang dulu ditolongnya. 

Tapi ternyata tidak ada yang mau membantu. Bahkan saat dia bercerita tentang masalah yang dihadapinya, mereka tidak peduli dan menganggap bahwa itu bukan masalah mereka. Saudagar itu kecewa dan marah dengan kenyataan yang dihadapinya. Dia tidak habis berpikir mengapa orang yang dulu merengek dan minta bantuan kepadanya bahkan telah dibantunya, ternyata hanyalah sekumpulan orang – orang yang tidak tahu bersyukur dan berterima kasih. Saat ia membutuhkan bantuan, maka dia diperlakukan seperti itu. Semakin memikirkan hal itu, maka semakin kecewa dan marahlah dia. Semua hal itu makin mengganggunya. Saudagar itu menjadi sulit tidur, gampang marah dan tidak bisa berpikir jernih. 

Sampai berhari – hari Saudagar itu menjalani kehidupan yang tidak bahagia seperti itu. Akhirnya dia mendatangi orang bijak. Setelah mendengar cerita Saudagar itu, Orang Bijak itu berkata bahwa kebaikan hati Saudagar itu kini berakibat buruk karena merasa tidak bahagia, kecewa dan marah. Ini semua karena Saudagar itu salah menilai orang lain. Saudagar itu terlalu berharap banyak kepada orang yang dibantunya. Bahwa orang yang dibantunya itu akan membalas budi. 

Tapi kenyataannya berbeda sekali. Lalu Orang Bijak itu berkata bahwa jika dia ingin mendapat imbalan atas bantuan yang diberikannya, maka  saat dia membantu berilah pelajaran kepada mereka bagaimana cara berterimakasih kepada Saudagar itu. Dan jika tidak ingin dikecewakan orang lain, maka berilah bantuan tanpa mengharap imbalan apapun. Karena perbuatan baik yang telah dilakukan jangan sampai dihilangkan dan dikotori maknanya dengan keinginan untuk dibalas. Karena jika kita tidak mendapatkan balasannya maka akan menimbulkan kekecewaan, kemarahan dan kebencian di hati. 

Saat orang lain memohon bantuan kita dan kita menolong mereka, ada keinginan bahwa usaha kita itu suatu hari nanti akan dibalas kala kita menemui kesulitan. Dan itu adalah hal yang wajar terjadi dalam kehidupan ini. Orang yang berjiwa besar akan berpikir bahwa membantu adalah membantu tanpa ada embel - embel dibelakangnya. Jika kita salah menolong orang yang kita bantu, maka instropeksi dan benahi diri kita sendiri. Masalah yang sedang kita hadapi adalah tanggungjawab kita sendiri. Jadi kita tidak perlu menyalahkan dan kecewa dengan orang yang tidak mau membantu kita. (hac)
 

Daun di Musim Gugur

image

Setiap rutinitas yang kita kerjakan akan menghasilkan kejenuhan jika kita tidak menikmatinya.

Dan kita sering terjebak dalam situasi seperti itu, jenuh, bosan dan malas dengan pekerjaan yang itu – itu juga. Ilustrasi Andrie Wongso dibawah ini, semoga dapat kembali membangkitkan semangat kita untuk tetap bekerja dengan sepenuh hati. Suatu pagi di sebuah musim gugur, nampak seorang anak bekerja menyapu halaman luar sebuah asrama. Pohon rindang di sekitar halaman itu nampak berguguran daunnya. Setiap hari anak muda itu selalu bekerja rajin dan teliti untuk menyingkirkan dedaunan dari halaman asrama itu, namun dedaunan dan ranting pohon rindang itu tetap saja berguguran. Anak itu pun mengeluh dengan keadaan itu. Kemudian dia termenung demi mencari cara untuk masalahnya itu. Tiba – tiba Kepala Asrama yang melintas di depan halam itu menyapa anak muda tadi. 

Dengan santai dikatakanlah apa yang ada dalam benaknya mengenai dedaunan, ranting dan halaman asrama. Kepala Asrama itu tersenyum mendengar perkataan anak muda itu. Sekonyong – konyong Kepala Asrama memberikan ide untuk menggoyangkan setiap pohon, agar daunnya jatuh lebih banyak. Menurutnya dengan banyaknya daun yang gugur hari ini, maka besok halam akan relatif bersih dedaunan dan ranting kering. Ide itu diterimanya dengan semangat. Lalu dicobanyalah ide kepala asrama itu. Semua pohon digoyang – goyangkannya, berharap bahwa besok dia bisa beristirahat baeang sehari karena tidak perlu membersihkan halaman asrama. 

Malam harinya anak itu  tidur dengan nyenyak dan puas. Ketika bangun keesokan harinya, dengan cepat dia keluar kamar. Seketika harapannya berubah kecewa ketika melihat ada daun di halaman asrama. Kepala Asrama kebetulan ada disana dan melihat ulahnya. Kepala Asrama itu lalu berkata bahwa musim gugur adalah fenomena alam. Bagaimanapun daun disapu bersih, keesokan harinya akan tetap ada daun rontok untuk dibersihkan. 

Kita tidak bisa mengubah kondisi alam sesuai keinginan kita. Daun yang harus rontok tidak bisa ditahan atau dipaksa rontok. Karena itu jangan kecewa untuk harus bekerja setiap hari. Nikmatilah pekerjaan kita dengan hati senang. Petuah bijak dari Kepala Asrama menjadi pelajaran hidup berarti bagi anakitu. Segera setelah menyadari kekeliruan berpikirnya, anak itu lalu menuju sapunya untuk kembali melakukan tugasnya. Menyapu. 

Jika kita bekerja dengan suasana hati yang tidak gembira, maka semua pekerjaan yang kita lakukan akan terasa berat, mudah timbul perasaan jenuh dan bosan. Ini semua akan mempengaruhi sikap kita dalam bekerja yang hasilnya dalam pekerjaan kita akan mengecewakan. 

Pepatah Mandarin mengatakan “Selesaikan pekerjaan hari ini dengan sebaik – baiknya karena besok masih ada pekerjaan baru yang harus diselesainkan”. Kalau kita sudah mampu menikmati setiap pekerjaan dengan penuh kesabaran dan tanggungjwab, maka setiap hari pasti menjadi hari kerja yang menggembirakan. Dan setiap besok akan menjadi hari yang penuh harapan dan menggairahkan. Mari kita cintai dan nikmati setiap pekerjaan yang kita lakukan dengan semangat dan sukacita, maka hasil yang kita dapatkan akan maksimal dan memuaskan. (hac)
 

Biji Mangga

image

Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai.

Pepatah lama ini memang benar adanya. Saat kita menghibur seseorang maka ada kegembiraan yang kita tuai. Saat kita menabur kebencian maka permusuhanlah yang akan kita dapatkan sebagai balasannya.
 
Manusia dan biji mangga ternyata mempunyai kesamaan. Seperti apakah kesamaan itu ? Berikut adalah ilustrasinya.Suatu hari seorang pemuda berlibur ke rumah neneknya di desa. Pemuda itu rindu sekali kepada nenek yang sudah lama tidak dikunjunginya itu. Saat tiba disana, setelah melepas rindu dan lelah sejenak, neneknya menyuguhkan sepiring irisan buah mangga yang menggirukan warna, rasa dan aromanya. Pemuda itu lalu memuji mangga itu. Dirinya merasa sudah sangat lama sekali tidak mengunjungi neneknya hingga dia tidak tahu bahwa neneknya menanam pohon mangga. Menurut neneknya berkata bahwa pohon mangga itu adalah hasil dari lemparan biji mangga pemuda itu bertahun – tahun lalu, saat pemuda itu masih anak – anak. Neneknya berkata bahwa walau pemuda itu dulu tidak sengaja melempar biji mangga itu, tapi kalau tanahnya subur dan terpelihara maka dia akan tetap bertumbuh. Dan sesuai hukum alam, saat musimnya datang maka pohon itu pasti akan berbuah.  Sedangkan rasa buah yang manis atau tidak disesuaikan dengan bibit yang kita tanam. 

Malamnya pemuda itu merenungkan percakapan siang hari itu dengan neneknya. Dengan penasaran diambilnya biji mangga sisa siang tadi dan dibelahnya. Dia ingin tahu apa yang ada di dalam biji itu. Apa yang membedakannya dengan biji mangga yang rasanya tidak semanis biji mangganya. Tapi dia tidak menemukan apapun. Melihat tingkah cucunya, nenek itu menjelaskan bahwa semua biji buah dari luar nampak sama, tapi sesungguhnya unsur yang ada disetiap biji buah itulah yang membedakannya. Perbedaan itulah yang akan menghasilkan rasa, aroma dan warna mangga yang berbeda pula. Semua tergantung isi buahnya. Begitu juga dengan manusia. Nampak luar setiap manusia sama, tapi yang menentukan kesuksesan dan keberhasailan orang itu adalah kualitas unsur yang ada di dalamnya. Alam mengajarkan banyak kepada kita, dimana jika kita ingin hasil yang baik maka harus memiliki unsur kualitas yang baik pula. 

Hukum alam pada kisah ini mengajarkan pada kita mengenai kemiripan kita dengan inti biji buah mangga. Tampak luar sama, tapi kualitas unsur yang ada dalam inti buahnya yang membedakan rasa dan aroma serta warna buah mangga. Demikian juga manusia, kualitas mental didalamlah yang membedakan dan menentukan keberhasilan mansuia di masa depan. Perbaikilah sikap dan perhalus budi pekerti dan jaga kebersihan hati dan selalu menggali potensi diri agar kesuksesan sejati dapat kita nikmati suatu hari nanti. (hac)
   

Etos Tanggung Jawab

image

Sebagai manusia kita harus memiliki etos tanggung jawab.

Ini adalah karakter terpenting yang harus dimiliki manusia, dimana tanggung jawab menjadi karakter primer. Tanggung jawab ini erat kaitannya dengan konsep amanah. Konsep amanah lahir dari pengertian bahwa bumi, hidup, anak, keluarga, pekerjaan dan harta yang kita punyai dan jalani sekarang ini bukanlah sepenuhnya milik kita. Karena itu kita harus bertanggung jawab atas semua yang ada didekat kita tersebut. Konsep amanah melahirkan tuntutan moral yang disebut tanggung jawab. Bahwa amanah dan tanggung jawab ini adalah dua sisi mata uang yang sama. 

Kala kita mengambil tanggung jawab sebenarnya kita sedang melatih diri kita untuk lebih tangguh dan kuat menghadapi tantangan di masa depan yang tidak pernah kita ketahui. Semakin kita terbiasa bertanggungjawab maka tanggung jawab kita akan menguat. Sehingga nantinya sebesar apapun beban yang diamanahkan kepada kita, kita bisa memberi jawab yang tepat. 

Selain itu dengan menerima seluruh tanggung jawab yang dibebankan kepada kita dalam sebuah organisasi (baik tanggung jawab formal maupun informal) maka kita akan menjadi manusia yang semakin kuat etos tanggung jawabnya dan bisa menjadi problem solver dalam menghadapi masalah sehari – hari. 

Mari kita memperkuat tanggung jawab kita dari hari ke hari, mulai dengan mengambil tanggung jawab dari yang kecil dan di depan mata kita terlebih dulu. (hac)
 

Bekerja Adalah Seni

image

Apa yang telah kita lakukan selama satu tahun perjalanan hidup kita seharusnya menjadikan kita lebih kaya batin.

Kesenangan dan kedukaan akan mengiringi langkah kita di setiap masa. Karena itu pujilah gagasan kita semua. Jangan pernah bersikap dogmatik menghadapi 2009. Jadilah seperti peselancar dan biasakan diri kita untuk dapat bergerak lentur, sehingga seperti apapun gelombang yang menerpa dalam kehidupan kita dapat kita nikmati. Kelenturan ini perlu kita lakukan agar kita tidak mudah patah kala diterjang gelombang dan badai yang entah kapan datangnya. 

Seperti itulah kehidupan kita di tahun 2009. Seperti peselancar. Maka tinggalkanlah  2008 dengan rasa sukur yang besar, sambut 2009 dengan antisipasi dan kemesraan, keyakinan dan sikap positif serta kesukacitaan. (hac)
   

Page 1 of 2

Newsflash

Acara-acara di SmartFM Network, seperti Smart Business Talk, Smart Motivation, Smart Character, Smart Business Today, Smart Parenting, Sketsa Indonesia, dan masih banyak lagi, yang merupakan bagian kecil dari upaya kami memerankan fungsi media ini ditengah masyarakat. Karena peran dan fungsi itulah yang menjadi jiwa pemberi makna bagi setiap langkah bagia setiap langkah kami dalam mewujudkan cita-cita. 

Who's Online

We have 18 guests online

Realtime Live Streaming

Polls

Joomla! is used for?

Disclaimer

Important: This demo is purely for demonstrative purposes. Content displayed is showcased as sample data. All images are copyrighted to their respective owners. All content cited is derived from their respective sources.

Login Form